Belakangan ini media sosial diramaikan dengan kabar bahwa sejumlah mobil populer seperti Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander, hingga mobil sekelas LMPV lainnya disebut-sebut akan dilarang mengisi BBM jenis Pertalite mulai 1 Juni 2026. Isu tersebut bahkan menyebutkan bahwa pembatasan akan diberlakukan berdasarkan kapasitas mesin kendaraan, yaitu di atas 1.400 cc.
Kabar ini sontak memicu keresahan di kalangan pemilik kendaraan, karena banyak mobil keluarga yang sehari-hari menggunakan Pertalite sebagai bahan bakar utama. Namun, benarkah informasi tersebut?
Baca Juga : Industri Otomotif Tetap Waspada meski Penjualan Mobil April 2026 Membaik
Isi Isu yang Beredar di Media Sosial
Dalam unggahan yang viral, disebutkan bahwa kendaraan dengan mesin di atas 1.400 cc tidak lagi diperbolehkan membeli Pertalite di SPBU. Beberapa model yang disebut terdampak antara lain Toyota Avanza 1.5, Mitsubishi Xpander, Toyota Veloz, hingga beberapa SUV dan sedan lainnya.
Narasi tersebut juga menyebut adanya sistem pembatasan otomatis berbasis barcode di SPBU yang akan menolak pengisian jika kendaraan tidak memenuhi syarat tertentu. Namun, hingga saat ini belum ada kebijakan resmi pemerintah yang mengatur pembatasan Pertalite berdasarkan merek atau kapasitas mesin kendaraan.
Klarifikasi Pertamina
Menanggapi isu yang beredar, PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Pertamina menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada arahan ataupun kebijakan resmi dari pemerintah. Terkait pelarangan penggunaan Pertalite berdasarkan jenis kendaraan maupun kapasitas mesin tertentu.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga juga menegaskan bahwa perusahaan sebagai BUMN hanya menjalankan kebijakan sesuai regulasi dari pemerintah sebagai pihak yang berwenang dalam penentuan distribusi BBM subsidi. Dengan kata lain, tidak ada aturan resmi yang menyebutkan mobil seperti Avanza atau Xpander dilarang mengisi Pertalite mulai Juni 2026.
Pemerintah Masih Fokus Subsidi Tepat Sasaran
Meski isu ini tidak benar, pemerintah memang terus mendorong program subsidi tepat sasaran untuk BBM. Tujuannya adalah memastikan bahan bakar subsidi seperti Pertalite hanya digunakan oleh masyarakat yang berhak.
Namun, mekanisme dan aturan teknisnya masih dalam pembahasan dan belum ada keputusan final terkait pembatasan berdasarkan kapasitas mesin kendaraan.
Kesimpulan
Kabar yang menyebut mobil populer dilarang mengisi Pertalite mulai 1 Juni 2026 adalah informasi yang belum benar atau hoaks. Pertamina sendiri sudah menegaskan bahwa tidak ada aturan resmi terkait pembatasan tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tidak langsung percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi dari sumber resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman.